Thursday, February 7, 2013

Merenungi Nasib.

  
Ver. indonesia.

            "Bersyukur adalah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus ....."

                                 - 1 Tesalonika 5: 18


                 Seorang penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya, di bawah pohon, di depan supermarket. di mana ia sering meminta tamu-tamunya untuk d

i semirnya. Dia kecewa dengan keadaannya, dan itu menambah kesedihannya.Tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah mobil mewah yang berada di tempat parkir, di mana pengemudi ke supermarket, sementara pemilik tetap di dalam mobil. Di dalam pikirannya betapa bahagianya orang itu,  dan seandainya duduk di mobil itu dirinya. Tiba-tiba orang kaya melambai kepadanya. Dia bergegas ke mobil. penyemir terkejut dan berlari ke arah mobil itu. Orang kaya itu memintanya menggantikan dia,penyemir itu terkejut karena orang kaya itu tidak mempunyai ke dua kaki.

                       Manusia yang menjadikan materi sebagai ukuran kebahagiaan satunya, akan mudah menggerutu untuk apa yang kurang daripada bersyukur atas apa yang Tuhan telah diberikan dan dilakukan dalam hidupnya. tapi dia menghancurkan dirinya sendiri atau merugikan? demikianlah jadinya dengan orang-orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri jika ia tidak kaya di hadapan Allah. (Lukas 9:25, 12:21)
                         Jadi, bersyukur dalam segala hal, karena itulah yang Tuhan inginkan dalam Yesus Kristus. ketika kita menempatkan dia lebih dari apa pun dan kami mencari dahulu Kerajaan Allah dengan segala kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33 )


Renungkan          : Kebahagiaan sejati, Ketika kita kaya di hadapan Allah
Doakan               : Jemaat tidak mengikatkan diri pada materi.


No comments: